25 February, 2009

Menanti

Di suatu senja di Bandara Sukarno-Hatta
“Na na na na….” nyanyian seorang gadis kecil berlari riang kesana kemari sambil memainkan bonekanya
"Ajeng, ayo sini makan dulu" ujar sang ibu yang sibuk membujuk anak gadisnya untuk makan.
"Ma, Papa masih lama ya?" tanya anak itu seraya melahap suapan ibunya.
"Sebentar lagi sayang, makanya cepat habiskan makanannya, nanti kalau sudah habis Papa pasti datang" ujar sang ibu sambil tetap berusaha merayu anaknya untuk segera menghabiskan makannya.
Sang anak tanpa tak terlalu perduli dan asik berlompat-lompat kecil.
“Ma, Papa nanti bawain Ajeng boneka lagi ga?” tanya sang anak.
“Iya Jeng, Nanti Papa bawa boneka beruang besar buat kamu” jawabnya sambil menyuapkan makanan ke mulut si anak.

Ah pemandangan itu.
Kapankah aku akan mengalaminya?
Dapatkah…
Sebagai wanita berusia 30 tahunan dengan pekerjaan yang telah mapan, harus aku akui, naluri keibuanku sering muncul bila melihat adegan serupa itu. Aku ingin sekali mempunyai momongan, mengurusi anak dan keluarga sebagaimana layakannya seorang wanita.
Aku hanya berpikir, wajarkan aku memimpikan itu......
Setiap aku melihat wanita yang sedang berjalan-jalan menggandeng anaknya, rasa iri itu kadang tumbuh.
Kapankah waktuku....
Dapatkah....

Tiba-tiba dari pengeras suara terdengar pengumuman pesawat dengan penerbangan JAL JO0725 dari Tokyo telah mendarat, membuyarkan lamunanku. Pesawat yang membawa orang yang telah empat tahun mengisi keseharianku, yang telah memberikan banyak warna-warni kehidupanku, yang telah menjadi kekasih hatiku, akhirnya tiba jua. Tak sabar aku ingin segera berjumpa dengannya setelah 2 bulan lebih lamanya dia menjalankan dinasnya di Tokyo.
Bergegas aku merapikan riasan wajah dan pakaianku. Aku selalu ingin tampak sempurna didepannya. Dan dengan penuh ketidaksabaran aku berdiri didepan gerbang pintu keluar penumpang menantinya.

Akhirnya sang buah hatiku tiba. Tak terasa binar-binar wajahku terpancar saat melihatnya dari kejauhan. Segera aku meneriakan namanya agar dia melihat dan menghampiriku.
"Santi...Santi...", teriakku sambil melambaikan tangan.



Let the water fLow….

1 comment:

Sang Cerpenis bercerita said...

oh ternyata cewek itu lesbi toh.