08 September, 2009

Sunda Tea

Setelah minggu lalu, gw buber dengan masakan Asia (baca Goluptious Weekend), so weekend ini giliran buber dengan makan Indonesia. Benar…weekend, alias akhir pekan yaitu sabtu minggu, dua hari itu gw buber dengan makanan yang berasal dari tanah Parahyangan.
Hari Sabtu, gw bersama-sama team kantor gw buber di Panjang Jiwo. Sebenarnya Panjang Jiwo ini bukannya restoran melainkan sebuah resort. Tempat ini dipilih bos gw setelah dia melihat tempat ini acara CLBK (halah bos gw nonton acara kaya ginian). Panjang Jiwo ini terletak di Sentul. Yup, Sentul Jawa Barat, bukan di Jakarta. Bisa jadi ini bakal jadi acara buber gw terjauh nih. Tempatnya emang lumayan jauh dari mana-mana. Setelah keluar di pintu tol Sentul Selatan dari tol Jagorawi, ikutin saja sampe ke depan pintu gerbang perumahan Bukit Sentul. Di dekat gerbang tersebut belok ke kiri dan ikutin saja petunjuk jalan yang mengarahkan ke Panjang Jiwo Resort. Jangan kaget kalau melihat jalanannya yang naik-turun dan penuh tikungan tajam belum lagi dibeberapa tempat melalui daerah yang masih berbentuk perkebunan saja. Kondisi jalannya juga sudah seperti jalan di pedasaan dan tentunya tanpa penerangan lampu jalan, sehinga pada malam hari jalanannya benar-benar gelap gulita. Tapi semua kepenatan diperjalanan akan terbayarkan ketika telah sampai. Resort yang lumayan luas ini tertata dengan apiknya. Kondisi alam yang naik turun dibiar begitu saja. Bangunannya dibuat mengikutin kontur tanah yang ada. Ada kolam besar yang dibelah dengan jembatan. Dikolam ini bisa dipakai untuk memacing. Bagi yang ingin mengitari resort ini tersedia ATV yang disewakan. Makanan yang disediakan sudah pasti masakan sunda. Tadinya makanan yang akan disuguhkan diperkirakan bakal biasa saja dan mahal. Tapi setelah dicoba…..benar-benar nikmat dan tidak mahal. Teh manis untuk pembuka puasanya beraroma khas. Pisang goreng kejunya...mmmm jangan ditanya. Ayam gorang kremesnya benar-benar renyah. Ikan asin dan sambel dadaknya mengundang selera. Belum lagi lalap-lalapannya yang segar. Tumis kangkungnya yang gurih. Nasinya yang pulen. Dijamin tidak akan rugi.

Di hari Minggunya. Temen gw ngajakin gw makan di rumah makan kecil di Bendungan Hilir Raya no. 112 Jakarta. Rumah makan ini bernama Rumah Makan Khas Sunda Cianjur Cabang Gondangdia 2 Tak. Wuih panjang amat namanya sepanjang makanan yang disajikan secara prasmanan dan swalayan. Disini para pembeli dapat langsung memilih lauk pauk yang akan dimakan kemudian diberikan ke pelayannya untuk dihangatkan. Nasinya pun dapat diambil sesuka hati, mau banyak mau sedikit terserah saja. Sayur asem sebagai ciri khas masakan Sunda tersedia dalam panci yang teramat besar. Lalapan segar dan sambel dadaknya tersedia disetiap mejanya. Harganya jelas disini sangat terjangkau dan rasanya tidak diragukan lagi.




Mmmmm…weekend nanti buber dimana lagi ya?

10 comments:

aurora said...

wah, takut saya liat fotonya.... takut batal...

nh18 said...

Aaarrrggghhh ...
Kaing ... kaing ... kaing ...

(lidah melet-melet ...)

Tega beneeerr yak ...
masang poto beginian ...

schultz said...

asikkk bengettt..mau akh..haha

Neng Rara said...

assalamualaikum,
jauh ..tp akhirnya enak ya bang. menunnya oke-oke, bener-bener takut batal baca postingannya..he..he..
wassalam

an4k`SinGKonG said...

hmmm suka kuliner kayak mak" juga ya bang....hihihihihihi
piiisss akh, salam kenal bang, makasih dah berkunjung

aguessty said...

kalo yang di benhill gw udah pernah.....uneenak sayur asemnya.....jeroannya juga......:)

Je said...

wa,...g ngajakin :)

albertobroneo said...

hmmmmm.. kayaknya mak nyus.. kapan yach bisa sampai sana?

kalo di situ yg tdk ada penerangan jalan setelah masuk jalan kecil ya?
lha disini jalan protokol jg banyak yg tanpa penerangan :-(

Si Ker Put said...

kalo buka kagak pernah ngajak2x nih, nyampe puasanya abis..:P

Sang Cerpenis bercerita said...

aduh, bikin laper liat makanannya