02 June, 2009

Berbagi


Disuatu caffe di daerah Menteng.
“Mau pesan apa?”
“Hot chocolate with mint, kamu mau minum apa?”
“Ice coffee mochacino deh”
“Ada lagi? Mau nyoba cakenya?”
“Blueberry cheesecakenya enak kayanya”
“Mmmm…..”
“Cobain yu mas, beli 1 aja nanti makan berdua”
“Ya uda deh, mba pesen itu 1 ya”
“Saya ulangnya, 1 Hot chocolate with mint, 1 ice coffee mochacino dan 1 blueberry cheesecake, itu saja?”
“Yup”
“Ditunggu sebentar ya”
“Gimana tadi fitting bajunya Fen?”
“Ya..gitu deh Mas, bajunya emang harus ngepas body biar bagus, jadi ya harus jaga nih, biar nanti pas resepsinya bajunya ga kesempitan banget”
“hehehe, uda tau gitu kamu masih aja mesen blueberry cheesecake, nanti yang ada kamu jadi ndut loh”
“Ah Mas, kan aku juga sudah lama ga makan semuanya, nanti juga kan dibagi berdua ama Mas”
“Iya deh tp biar endut kamu tetep cantik kok kalau engga, mana mungkin Mas mau nikah dengan kamu”
“Ah gombal, uda mau nikah masih aja ngegombal, eh Mas sendiri tuh jangan lupa makan obat n vitmanim, uda mau sebulan lagi loh acaranya, jangan sampe flunya ga sembuh ya”
“Iya Fen, besok Senin Mas mau kedokter biar cepet sembuh”
“Nih tisu, dilap hidungnya Mas, uda meler-meler gitu tuh ingusnya, masa kaya anak kecil gitu sih”
“Iya nih, keluar melulu”
Tak lama pramusaji tadi pun datang membawa pesanan.
“Hot chocolate with mint?”

“Saya Mba”
“Ini ice coffee mochacinonya Mba dan ini blueberry cheesecakenya, selamat menikmati”
“Makasi Mba”
“MM…….blueberry cheesecakenya menggoda nih” uajr Fenny sambil menyuapkan blueberry cheesecakenya.
“Enak?” Tanyaku sambil melihat potongan blueberry itu masuk kedalam mulut munggilnya.
“Enak banget Mas” sambil mengunyah poongan cake itu.
“Lembut dan manisnya pas banget, enak deh. Nih…”kata Fenny sambil menyodorkan piring berisi cake itu.
“Kamu makan aja dulu, nanti sisanya baru Mas makan, Mas kan lagi flu, kasihan kalau kamu nanti ketularan”
Lalu perbincangan kami pun berlanjut hangat sambil, disela-sela perbincangan itu pula lah blueberry cheesecake itupun sepotong demi sepotong masuk ke dalam mulut mungil itu. Aku tetap hanya bisa memandangi suapan demi suapan itu seraya mencoba membayangkan nikmatnya cake lembut yang manis itu. Dan menanti dengan sabar giliranku untuk mencicipinya.
Tak terasa sudah hampir sejam kamu mengobrol. Tiba-tiba hp Fenny berbunyi. Ternyata dari ibunya.
“Mas, kita disuruh Ibu mampir ke rumah Tante Tuti sekarang, ngambil titipan sample ucapan terimakasih”
“Ayo kalau gitu” jawabku seraya menyuruput sisa minumanku sambil menantap sisa potongan kecil blueberry cheesecake itu.
“Cakenya ga mau dimakan lagi?”
“Eh iya…” dan……hup…….potongan kecil terakhir itupun tanpa ragu dimakannya lagi.
Dan akupun menelan ludah.


Cinta…tak selamanya harus berbagi

7 comments:

Anonymous said...

sesuatu yang tak terduga...... cinta emang butuh pengorbanan....tapi harus iklas bro......

schultz said...

ada hal-2 tertentu yang memang tidak untuk dibagi bro.. :)

schultz said...

btw..gambar blueberry cheesenya sangat menggoda ha ha..keliatannya enak banget ..

Neng Rara said...

ass.
ah bang, kenapa ga pesen tiga. satu untuk fenny, 1 untuk abang, satu untuk aku.
berbagi dong bang?
wassalam

Je said...

well,... mungkin sebenernya itu orangmau bagi blueberrynya. tapi mungkin yang dibagi suka ngegodain, mungkin suka pelit, mungkin sombong :)
nice stroy from a very nice person. anw, shall i give you my address so you can send a bite of blueberry to me? :)

Anonymous said...

yang jelas gw ngerasain yg namanya

"cinta tak harus memiliki"

sakit...tp mudah2an indah..


"AD"

Anonymous said...

jadi pengen bikin american bluberry chesse cake..... yummy.... dingin2 asem.....