10 November, 2009

Nonton Film di Pusat Kebudayaan

Festival Film Eropa : Europe on screen 2009 lagi digelar di Jakarta dari tanggal 6 – 13 November 2009. Film-film yang diputer lebih ke kehidupan keseharian masyarakat Eropa. Sangat berbeda dengan film-film hollywood yang lebih memperlihatkan sisi glamornya negara2 Eropa. Festival ini diputer di beberapa pusat kebudayan negara Eropa yg ada di Jakarta. Karena gw sering ntn festival2 film jd gw lumayan sering nonton di pusat2 kebudayaan. Pusat2 kebudayaan yang sering jadi partisipan festival film diantaranya (silahkan klik namanya untuk langsung terhubung ke situs resminya) :
Istituto Italiano di Cultural atau Pusat Kebudayaan Itali. Terletak jalan HOS Cokroaminoto 117 Menteng Jakarta, di dekat jembatan Kuningan dan diseberang resto Izzy Pizza. Berbentuk sama seperti rumah-rumah pada umumnya yang ada di Menteng. Di paviliunnya inilah yang sering dijadikan mini theater untuk pemutaran film. Ruanganya tidak terlalu luas. Berbentuk segiempat dengan layar proyektor ditengah-tengahnya dan 2 speaker yang menggatung di pojok-pojok ruangan. Ditempat ini dapat menampung kurang lebih 100 penonton. Gw sarankan kalau mau nonton disini lebih baik datang lebih cepat agar bisa mendapatkan 3 baris didepan. Karena 3 baris terdepan ini disediakan kursi santai seperti buat orang berjemur. Jadi kita bisa nonton dengan posisi agak rebah. Santai kan. Tapi kalau deretan kursi santai ini sudah penuh, maka siap2 aja untuk duduk dikursi2 seperti yg ada di kawinan2.
Erasmushuis atau Pusat Kebudayaan Belanda. Terletak di jalan H. R. Rasuna Said kav. 5-3 Kuningan Jakarta, persis dibelakang Kedutaan Belanda. Di Erasmushuis ini terdapat gedung bertingkat 2 yang memang dikhususkan untuk acara-acara yang bersifat kebudayaan, seperti pameran lukisan atau pertunjukan kesenian. Di lantai 2 gedung ini terdapat aula besar yang mempunyai panggung yang lumayan besar didepan dan ruang operator dibelakang ruangan ini. Di atas panggung inilah tempat layar proyektor diletakan. Ruangannya sendiri cukup besar, bisa menampung kurang lebih 350 orang. Sayangnya keleluasan gedung ini tidak didukung dengan kursi yang ada. Kursi disini hanya berupa deretan bangku kawinan dengan lantai yang nyaris rata, sehingga dianjurkan untuk tidak duduk dibelakang orang yg tubuhnya tidak terlalu besar. Kalau mau nonton disini, jangan lupa untuk mampir ketaman yang ada di belakang gedung ini (baca : cozy beautiful Sunday afternoon). Tamannya cozy banget, pas banget untuk duduk2 disore hari sambil baca buku.
Centres Culturels Français (CCF) atau Pusat Kebudayaan Prancis. Terletak di jalan Salemba Raya 25 Jakarta, tepatnya diseberang kampus UI Salemba dan disebelah RS Saint Carolus. Di CCF inilah yang benar2 punya ruangan yg bener2 khusus muter film, jadi bisa gw bilang mini bioskop. Layar proyektornya boleh dibilang hampir menutupi dinding depannya dengan 2 speaker besar disampingnya. Seluruh dindingnya berlapis bahan kedap suara sehingga soundnya bener2 bisa dibanggakan. Tempat duduknya pun setara dengan yang ada di bioskop 21. Spot ternyaman adalah baris ke 2 dari atas deret ke 3 dari luar. Hanya saja ruangannya kecil, hanya bisa menampung 44 penonton. Jadi kalau mau nonton disini harus cepet2 datang biar ga diabisan tempat.
Goethe Institut atau Pusat Kebudayaan Jerman. Terletak di jalan Sam Ratulangi 9-15 Menteng Jakarta. Letaknya didaerah belakang Mesjid Cut Mutia Menteng. Di Geothe ini mempunya gedung khusus buat pertunjukan yang bernama GoetheHaus. Gedung ini dilengkapi oleh perlengkapan modern dan letak kursi penonton yang perundak. Jadi tidak usah takut terhalang oleh penonton yang ada diduduk didepan. Kursinya pun cukup nyaman walau sendarannya agak pendek. Gw saranin untuk duduk dibawah balkon, karena dapat menyender didinding yang ada dibelakang kursi. Gedung yang dapat menampung 300 penonton inilah tempat favorit gw untuk nonton.

Menonton tidak harus di bioskop atau dikamar

4 comments:

aguessty said...

setuju xort......cuma gw telat mulu infonya......:)

schultz said...

menonton juga tidak harus di gedung budaya bukan? di ruang tamu juga bisa..wkwkwk..
nice palce to review..ntr mau ke sana akh...

Sang Cerpenis bercerita said...

aku gak suka nonton nh.jadi kurang tau soal film

Si Ker Put said...

mbok yao ngajak2x tho...spaa tau gue mau...

hehehe