20 May, 2011

1 Perempuan 14 Laki-Laki


Akhirnya kelar juga gw baca buku 1 Perempuan 14 Laki-laki. Buku ini merupakan kumpulan cerpen dari Djenar Maesa Ayu. Jujur aja gw belom pernah baca buku atau novel dari Djenar. Yang membuat gw tertarik dan penasaran sehingga akhirnya gw memutuskan untuk membeli dan membaca sampai habis karena setiap cerpen di sini merupakan hasil kolaborasi Djenar dengan 14 laki-laki nyang ternyata sahabat-sahabatnya. Ke 14 laki-laki sebenarnya sudah tidak asing lagi dan mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Ada aktor, ada penyiar, ada drummer, ada penulis, ada dosen filsafat, ada budayawan bahkan ada seorang Romo. 

Rasa penasaran untuk membaca buku ini semakin bertambah waktu gw baca dibagian prolog buku ini. Djenar menjelaskan bagai mana cara menuliskan cerpen-cerpen ini. Masing-masin cerpen ditulis berdua dengan sahabatnya dengan cara menulis perkalimat secara bergantian tanpa konsep yang pasti. Suatu cara penulisan yang menurut gw sangat unik. 

Selain itu ada satu hal lagi yang menggelitik gw untuk membaca buku ini, yaitu gaya penulisan Djenar yang (sedikit) kontroversial. Djenar memang terkenal juga sebagai penulis wanita yang sering menggunakan kata-kata vulgar. Gw sendiri belum pernah baca cerita-cerita dari Djenar, makanya gw penasaran dan mau membuktikan apakah benar sevulgar itu. Dan ternyata memang benar, banyak kata-kata vulgar yang terpapar di buku ini. Bahkan dari 14 cerpen yang ada hanya ada 1 cerpen yang tidak ada perkataan vulgarnya. Tapi di sini lah hebatnya Djenar, dia bisa meletakan kata-kata vulgar itu tanpa menjadi erotisme yang berlebihan. Sensual mungkin, tapi tidak erotis. 

Di setiap cerpen yang ada memang terasa dominasi Djenar tapi ciri khas dari setiap laki-laki yang menjadi sparring-partnernya masih terasa. Contohnya dalam ‘Ramaraib’ ketawan sekali partnernya adalah seorang penari. Begitu pula di ‘ Rembulan Ungu Kuru Setra’ ketara sekali ada unsur budayawan. jadi bisa dibilang 14 cerpen ini mempunyai warnanya sendiri-sendiri. 

Harus gw akui kumpulan cerpen ini walaupun terbuku tipis tapi terasa berat. Hal ini mungkin dikarenakan gw memang tidak terlalu suka dengan karya sastra. Mungkin untuk orang-orang yang sudah baca bukunya Djenar dan suka dengan tulisan bergaya sastra buku ini berkesan biasa aja, tidak berat

Buat gw sendiri, dari ke 14 cerpen yang ada 2 cerpen yang paling gw suka. Yang pertama ‘Menyeruput Kopi Di Wajah Tampan”. Gw suka cerpen ini karena endingnya membuat gw ber ‘oooo....’. Sedangkan cerpen yang kedua adalah ‘Dijerat Saklar’. Sebenarnya dari segi cerita, cerpen ini (sedikit) membingungkan, tapi yang bikin gw suka dengan cerpen ini karena ada quote yang bagus dan unik, yaitu....


Aku mencintaimu maka aku ada! Aku mencintaimu maka aku membunuhmu! (DMA-RR)

14 comments:

Ajeng Sari Rahayu said...

Hah? baca quotenya ;O


berat ya? w lebih suka yang ada selingan humornya, cukup baca review lw aja deh dulu...heheh :D

Sang Cerpenis bercerita said...

wah kayaknya keren nih...

Elsa said...

aku cuma sekali membaca karya djenar, and i dont really like it. aku lebih suka karya Ayu Utami....

tapi idenya menulis cerpen bersama 14 lelaki, menurutku ide yang sangat sangat brilian

umiabie said...

wah kaykanya seru ya bukunya..

Yudi Darmawan said...

gak tau satu pun karyanya djenar,
paling dari temen yang suka novel katanya bahasanya berani dan kadang alurnya sulit dimengerti..

mila said...

sebagai kolektor semua bukunya Djenar Maesa, bsk gw mst ke toko buku beli nih buku heheee

Aulawi Ahmad said...

reviewnye keren bro :)

exort said...

@ajeng: jgn dibaca kl gitu ya

@fanny: keren fan

@elsa: idenya unik

@umibie: coba dibaca aja mi

@yudi: mmmm seperti itu deh karyanya

@mila: dibaca juga kan? ga cuma dikoleksi aja kan? hehehe


@aulawi: makasi bro

Ellious Grinsant said...

udah pernah baca kumpulan cerpennya yang berjudul kalo gak salah Jangan Main-Main dengan Kelaminmu, atau apa gitu deh lupa...

sepertinya Djenar ini spesialis cerpen seks deh, walaupun dimembuatnya dalam konteks yang bagus dan masih bisa diterima hehehe...

Andri Edisi Terbatas said...

hehehe...saya juga blm pernah baca karya2ny djenar...hmmm sepertinya menarik yh...^_^

Sang Cerpenis bercerita said...

@ellious : itu buku kumcer Djenar yg spektakuler. He he he..judulnya itu lho mengundang orang buat baca.

ad said...

pusing bacanya..bahasanya agak n emang vulgar kayanya...hehehe...

cukup berat buat kumpulan cerpen...

Meutia Halida Khairani said...

waw waw, djenar dengan gaya vulgarnya. gw pernah baca sekali karya djenar tp lupa yg mana..

menarik bgt baca review elo.. jago nge-review nih. hehehe

uli said...

kerenzz review nya jadi pengen baca nih