31 May, 2011

Ke Ujung Genteng bersama Sunburst Adventure

Sudah lama gw denger keindahan yang ditawarkan daerah Ujung Genteng dan ini membuat ingin ke sana. Setelah cari tau sana sini, termasuk dari blognya Meuthia, ternyata untuk menuju ke Ujung Genteng itu ribet dan susah. Secara kebetulan waktu menggoogling Ujung Genteng, keluar situs tour adventure yang mengadakan paket perjalanan ke Ujung Genteng, yaitu SunburstAdventure. Beberapa tahun terakhir ini memang marak travel-travel adventure. Dari situs-situs travel adventure yang gw lihat, memang terlihat Sunburst Adventure berpengalaman dan bisa dipercaya. Oleh Karena itu gw memilih SunburstAdventure ini. Jadilah ini pengalaman pertama kali gw jalan-jalan dengan menggunakan travel.


Karena Sunburst Adventure ini membuka paket di internet, maka pendaftaran dan pembayaran dilakukan secara online. Untuk pendaftaran dilakukan dengan mengirim data peserta lewat email. Untuk pembayaran dilakukan 2x (DP dan sisanya) melalui ATM. Gw sempat merasa ragu-ragu pada saat pembayaran DP. Karena saat gw konfirmasi gw telah membayar DP, dari pihak Sunburst Adeventure lambat memberikan respon. Gw jadi kepikiran jangan-jangan ini adalah penipuan. Untungnya pada saat pembayaran pelunasan Sunburst  Adventure cepat meresponnya.

Tadinya gw kirian dalam paketan ini hanya menyertakan paling banyak 30 orang, tapi ternyata yang ikutan paket berengan dengan gw ada 52 orang. Kepikir bakalan rame sekali. Ternyata pada hari Hnya, Gw sempat kaget, ternyata yang ikutan paketan ini bukan hanya anak muda saja. Tapi ada ibu-ibu dan keluarga. Bahkan pesertanya kebanyakan adalah wanita.

Pada saat pemberitauan jadwal perjalanan diberitahukan keberangkatan dilakukan di Taman Anggrek pada jam 05.45 pagi dan diharapkan semuanya kumpul jam 05.30 pagi. Karena takut terlambat, gwpun berangkat setelah sholat subuh. Sampai di Taman Anggrek gw sekitar jam 05.10. ternyata disana masih sepi. Baru ada 2 peserta dan 2 bus Cipaganti yang sopirnya ga tau apa-apa. Bahkan panitianya dari Sunburst  Adventurenya belum ada yang datang. Jam 05.30, orang-orang mulai berdatangan dan mulai saling bertanya siapa yang dari Sunburst Adventurenya. Ternyata pihak Sunburst Adventurenya baru datang jam 05.40. Lima menit sebelum keberangkatan!! Jelas ini membuat gw jadi kesal. Ditambah lagi ketika gw tanya-tanya ke panitianya yang perempuan, sepertinya dia banyak tidak taunya. Banyaknya peserta yang datang terlambat menyebabkan jadwal keberangkatan molor hampir satu jam.

Bus Cipaganti yang dipakai

Karena keterlambatan keberangkatan dan bus yang jalannya pelan, menyebabkan sampai ke daerah tujuan pertama, yaitu Curug Cikaso menjadi molor. Seharusnya sampai sana jam 2, ini baru jam 3 lewat sampai di sana. Jadinya disanapun tidak bisa berlama-lama. Untung saja keindahan Curug Cikaso dan pengalaman naik perahu kayu membuat kekecewaan gw terobati. (untuk CurugCikaso baca dipostingan sebelumnya atau klik di sni).

Keterlambatan ini sudah pasti menimbulkan efek domino. Harusnya sampai ke Ujung Genteng jam setengah lima, ini baru sampai jam enam sore. Hilang sudah kesempatan melihat sunset. Panitianya sempat bilang ke gw kalau hari ini mendung dan tidak ada sunset, tetap saja kan seharusnya gw bisa melihat susana Ujung Genteng di sore hari. Tapi ya mau dikata apa, memang hal-hal seperti ini susah diprediksi.

Pas makan malam gw sempat kaget karena ternyata diberikan nasi kotak, bukan prasmanan ala hotel. Tenyata pihak Sunburst Adventure memberikan nasi kotak untuk mencegah ada peserta yang tidak kebagian. Karena memang sering orang yang suka kalap makan tanpa memikirkan orang lain dapat bagian atau tidak. Ini saja dari 55 nasi kotak, selalu yang diambil peserta 53 kotak, berarti ada orang yang ngambil 2 kotak. Mendengar penjalasan seperti itu gw dapat memaklumi. Untuk rasa dari makanan yang diberikan semuanya tidak ada yang mengecewakan.

Makan siang di kebun teh

Salah satu tujuan utama yang diberikan dalam paket perjalanan ke Ujung Genteng adalah melihat penyu bertelur. Dan menurut jadwalnya, jam 20.00 menuju ke tempat konservasi penyu. Dari jam 19.00 sendiri, puluhan ojek telah siap menunggu di depan penginapan. Tapi sudah mendakati jam 21.00 peserta belum juga diberangkatkan. Ternyata oleh panitia (di sini gw lihat sudah berpengalamannya Sunburst Adventure), peserta memang belum diberangkatkan karena memang belum ada kabar ada penyu yang akan bertelur. Bila dahulu (dan ini terbukti dari peserta dari travel alinnya) jam 20.00 peserta sudah diberangkatkan tapi ternyata penyu baru naik kedaratan jam 23.00. Dari pada bengong nunggu ditempat konservasi lebih baik peserta menunggu di penginapan. Dan benar saja, mendekati jam 23.30. baru ada kabar ada penyu yang akan bertelur. Maka dengan serta merta para peserta berangkat ke tempat observasi telur. Melihat tempat berkumpul untuk menunggu penyu datang, gw bersyukur dapat menunggu dengan santai di penginapan.

Puluhan ojek menuju observasi penyu

Untuk penginapannya sendiri bernama Pondok Hexa. Pondok Hexa sendiri merupakan penginapan berpondok-pondok dengan fasiltas yang lengkap. Ada AC (untuk kamar-kamar tertentu). Ada ayunan dan perosotan untuk bermain anak-anak. Ada juga kolam renang bila tidak mau berenang di pantai.

Pondokan tempat gw nginap
 
Kolam renang di Pondok Hexa

Garis pantai Ujung Genteng lumayan panjang dan mempunyai beberapa spot yang indah, untuk itu panita memberikab kebebasan peserta mau pergi ke pantai mana saja.  Andri (salah satu panita) menganjurkan gw untuk pergi ke pantai Cipanarikan, walau jauh tapi keindahannya patut untuk dilihat. Maka dengan menyewa ojek sendiri dengan harga 40rb, gw pergi menuju pantai Cipanarikan. Ternyata tidak rugi mengeluarkan uang ekstra 40rb, pantai Cipanarikan memang indah (baca postingan gw sebelumnya atauklik di sini).

Tepat jam 10.30, sesuai dengan jadwal, semua peserta berangkat ke Amanda Ratu (keindahan Amanda Ratu dapat dibaca dipostingan sebelumnya atau klik di sini). Setelah satu setengah jam puas memandangi keindahannya, kembali sesuai jadwal seluruh peserta kembali ke Jakarta.  Sampai di Taman Anggrek lagi sekitar 21.30, ini molor sejam karena ada perbaikan jalan di Sukabumi yang menyebabkan macet total. Walaupun cape dan ada beberapa kendala, terlihat semuanya khususnya gw puas akan perjalanan ini, (klik di sini untuk lihat The Beauty of Ujung Genteng).

Dari pejalanan gw kali ini ada beberapa hal yang harus dicatat:
·         Untuk Sunburst Adventure seharusnya dapat lebih tegas kepada peserta agar tidak terlambat dan jangan banyak menjemput peserta di jalanan, karena ini akan berefek domino terhadap jadwal yang lainnya.
·         Untuk peserta Sunburst Adventure agar lebih disiplin terhadap waktu, jangan sampai telat karena perjalanan memang jauh sekali. Dan jangan lupa untuk menyediakan plastik dan minum antimo biar ga sampai mabok.
·         Untuk orang yang mau ke Ujung Genteng, daripada susah payah pergi sendiri (jalanan menuju kesana rusak parah) lebih baik menggunakan travel seperti travel Sunburst Adventure.
·         Untuk gw sendiri, sering-sering lihat situs Sunburst Andventure agar ga ketinggalan jadwal untuk pergi ke U….

Mari berwisata alam yang ada disekitar kita

14 comments:

Arman said...

wah iya kok travel nya gitu ya. biasa kalo bawa rombongan tour, harusnya pihak travel nya stand by lebih awal dong ya.

emang paling sebel kalo ikut tour trus pada ngaret gitu ya...

Sang Cerpenis bercerita said...

kelemahan ikut tour gitu deh. suka telat. padahal kita dah on time. banyak yg gak sadar jadwal sih. jadi suka molor deh.

Elsa said...

iya paling sbel deh kalo ikutan travel ya gitu, kadang ada satu atau 2 lokasi yang tertera di jadwal, ternyata gak jadi dikunjungi karena hal hal hil hil yang gak mustahil gitu....

tapi enaknya yaa... semua sudah diurusin. mulai tempat nginep, makan, transport...jadi kita tau beres aja

sip sip, bisa jadi referensi kalo pingin kesana

Ellious Grinsant said...

Hahahah, emang ya, orang indonesia seneng banget ngaret...
gak heran banyak jadwal yang molor gara-gara kengaretan. hihihihi...

andri said...

Untuk keseluruhan,nilainya 7 deh buat sunburst..yang paling menyebalkan memang jam keberangkatan aja yg fatal..ditambah harus jemputin peserta yg manja2.

tapi gak kapok ikutan sunburst lagi,mereka cukup profesional,gak gampang koordinir org dengan isi otak masing2..

Andri Edisi Terbatas said...

ujung genteng, hehehe...jd inget 2 tahun yg lalu pas outing ke sana. jalan2 di pinggir pantai yg sumpah ombaknya alaihum gambreng gedenya...tapi untungnya pas sore dpt pemandangan sunset yg sangat2 cantik...^_^

Call me Batz said...

Ya bisa kebayang kesalnya kalo jam berangkatnya molor.. Tapi untunglah terobati dengan suasana objek wisatanya..

tukangpoto said...

Sering dijadiin tempat prewedding tuh mas, tapi memang perjalanan ke sananya yang melelahkan..

Mila Said said...

gw kog rasanya belum tertarik ya ikutan tur adventure gitu.... kayaknya kurang "adventure" huahahaa....

Cita2 gw sih pengen ke ujung genteng naik kendaraan umum.. nyambung-nyambung naek bus, angkot, ojek ato apa pun lah... pst seru tuh :p

@minumino said...

kayanya enak ga pake jasa tur gitu kali ya, bener ga sih?
waaaah, ujung genteng! knp dulu kuliah lapangan si sayah ga ke sini aja yah... :( *manyun*

Meutia Halida Khairani said...

gw jg ke tidung pake tour dan ONTIMEnya setengah mampus deh. two thumbs up.
pondok hexa... gw cm nulis doang, dan belom pernah kesana..

mungkin emang agak pusing kali yah memanage 52 org. klo waktu ke tidung, kita ber 8 n cuma itu doang sih.

btw, foto lo pas adventure yg diposting sebiji aja kale..haha

Sang Cerpenis bercerita said...

kayaknya elo tipe petualang ya. hobi traveling ke tempat2 yg unik

Tri Setyo Wijanarko said...

untuk biayanya gimana bang? lebih murah pake travel agent seperti ini atau ngeteng naik angkot sendiri untuk kesana?

ijin follow

exort said...

@arman: sebenernya yg bikin ngaret ikut peserta yang tellaaattt

@fanny: iya nih, mentang2 uda bayar trus bisa santai gitu

@elsa: silahkan loh kl mau ikutan sunburst

@ellious: elo jgn ngaret jg ya

@andri: yuk ikutan lagi

@andri: wah elo beruntung

@surya: tul bgt

@tukangpoto: pas gw kesana sepi bgt tuh

@mila: ribet bgt kl ngangkot ke sana

@minumino: enak juga kok

@meuthia: elo kudu kesana ya

@tri:: lebih gampang n nyaman pake travel kesana