18 September, 2010

The Lost Symbol - Dan Brown

Akhirnya Lebaran kemarin gw kelar juga baca buku The Lost Symbol karangan Dan Brown. Buku setebal 705 halaman ini kelar gw baca selama sebulan disela-sela gw menjaga (alm) papa.


Gw lumayan suka dengan novel-novelnya Dan Brown. Begitu gw tau Dan Brown ngeluarin novel barunya yang berjudul The Lost Symbol dan ngelihat novelnya yang versi bahasa Inggris di toko buku, gw langsung berharap agar buku versi bahasa Indonesianya cepat keluar. Akhirnya gw beli novel ini saat pameran buku, lumayan gw dapat diskon 25%. Harga novelnya memang lumayan mahal, gw lupa harga resminya berapa tapi kalau ga salah lebih dari 100 ribu.

Kalau gw bilang novel ini lebih ringan ceritanya dibandingkan novelnya yang sejenis yaitu The Da Vinci Code dan Angels and Demons. Gw bisa bilang lebih ringan karena isue yang ada sebenarnya juga pernah disinggung di dua novelnya terdahulu. Lokasi cerita yang berada di gedung-gedung terkenal di Washington DC yang sudah sering gw lihat (dari tivi dan film) juga membuat gw gampang membayangkan jalannya cerita.

Kelihaian Dan Brown mendeskripsikan bentuk dan letak lokasi cerita membuat daya tarik sendiri dalam ceritanya. Ceritanya sendiri selain berkutat tentang kode-kode tua (yang entah benar entah tidak) juga mengenai hubungan cinta kasih antara seorang ayah dan putra kesayangan. Sedangkan kode-kode tua itu sendiri sebenarnya menunjukan lokasi…...(baca aja ya sendiri)


Waktu adalah sungai….dan buku adalah perahu (Dan Brown – The last Symbol)

17 comments:

Aulawi Ahmad said...

suka novel juga ya bro, hmmm kayaknya bagus tuh, tapi mahal ya hehe

merry go round said...

Exort gue pinjeeemmm....

gagal mulu nih beli buku ini, rada mahal sih ya ;)

mirip2 sama National Treasures gitu ya tempat2nya.

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, tebel banget yak. aku pernah baca yg judulnya da vinci code. karya lainnya belum kubaca.

tukangpoto said...

Mas Brown emang paling suka berkutat dengan simbol-simbol, tapi resep itulah yang bikin novelnya jadi keren..

rezKY p-RA-tama said...

aku kira the brown mas
hehehe
soale tuh band favoritq meski indie
hehe

joe said...

selain John Grisham saya sangat menyukai penulis ini....

Arman said...

lebih ringan dibanding davinci code dan angels and demons, tapi tetep seseru kedua buku itu gak?

exort said...

@aulawi: mayan deh

@rossa: boleh aja, mirip sih tp beda tujuannya

@fanny: iya nih tebel banget

@tukangfoto: iya juga sih

@rezky: wah bukan tuh

@joe: suka baca novel juga toh

@arman: ending rada bertele2 jdnya kaya antiklimaks

TRIMATRA said...

salut dengan kerja kerasnya dan semangatnya membaca :)

Meutia Halida Khairani said...

wah angel and demon, davinci code, semuanya gw cuma nonton di biokop aja. hehe.
sejak kuliah sampe sekarang jadi berkurang sifat kutu novel gw. dulu waktu SMA koleksi novel and komik berjejer rapi di lemari..

alice in wonderland said...

hmm keliatannya menarik juga... tapi kadang ngeliat interpretasi simbolnya jadi aneh gitu... tapi film davinci code emang bagus sih^^

Sang Cerpenis bercerita said...

met siang/.

aguessty said...

gw denger yang the da vinci code banyak yang kontra versi yach

Dongkrak antik said...

asik sob blognya
jadi pengen buat
salam dari dongkrak antik..
kunjung balik sekalian resepnya biar makin bagus

neng rara said...

assalamualaikum...
bang exort? rajin ya baca novelnya..
sepertinya menarik bukunya ..
salam

secangkir teh dan sekerat roti said...

saya punya tapi belum baca :)

Elsa said...

aku udah baca buku ini,
gak sabar pingin lihat prof langdon (tom hanks) "wisata" di washington