30 September, 2010

Q! Film Festival

Inilah festival film paling mengundang kontroversi yang pernah gw datengin dan tonton. Sakin kontroversinya dulu gw takut banget pingin nontonnya. Bahkan sekarangpun gw sempat dilema buat mempostingnya. Tahun lalu gw putusin buat tidak memposting tapi tahun ini akhirnya gw putusin buat memposting aja (bukan gara-gara rame didemo ya).

Q! Film Festival ini adalah film festival yang besar yang ada di Indonesia.  Di festival ini menampilkan film-film tentang kehidupan LGBT, HIV dan Hak Asasi manusia. Festival film ini termasuk festival film besar di Indonesia (baca : Festival-Festival Film).

Gw tau festival film ini baru ditahun keduanya festival film ini berlangsung. Pada awalnya gw takut mau ke festival ini. Takut kalau nanti orang ngecap gw gay. Takut kl nanti gw bakal ‘apa-apain’ pas disana (geer banget ya). Tapi rasa penasaran terhadap film mengalahkan rasa takut gw. Malahkan gw nyaris tiap tahun nonton film di festival ini dan setiap kali ke datang gw ga pernah mendapatkan perlakuan yang aneh-aneh dari pengunjung lainnya (dan juga ga dapat teman dari sana pula).

Setelah beberapa kali gw nonton di Q! Film Festival, gw nemuin banyak film yang bagus dan unik. Baik itu dari ceritanya, editingnya maupun keseluruhannya. Bahkan ada beberapa yang masih mengeninggalkan kesan sampai sekarang. Perlu diingat, film-film yang ditayangkan disini bukan film porno, kalaupun ada beberapa adegan bercumbu itu masih sama ama film-film Eropa pada umumnya hanya saja pemainnya saja yang bergender sama. Selain film dari Eropa terdaat juga film-film dari Asia termasuk India dan tentu saja Indonesia.  Dan tidak semua film-film yang diputar di Q! Film Festival tentang drama LGBT saja, tapi ada yang tentang Hak Asasi Manusia. Bahkan ditahun ini Q! Film Festival berkerja sama dengan KONTRAS.

Gw nulis postingan ini bukan semata karena festival ini lagi diramai diprotes. Gw sendiri tidak mau ambil pusing tentang para LGBT itu, biarlah itu urusan mereka dengan Tuhannya masing-masing. Gw nulis ini karena gw harus akui ada beberapa film yang ditampilkan memang bagus-bagus dan tidak pernah gw liat tutur berfilmnya di festival film lain.  Dan festival ini adalah  bukan hanya festival film belaka tapi festival seni, berbeda dengan festival-festival film lainnya.


RT @croissantsz: @QFilmFestival is NOT a porn festival. It's about educating people to accept diversity (twitter)

14 comments:

cipu said...

Keren!!!!

Rencananya ada film dari Melbourne tuh yang judulnya Munafik yang akan diputar di Q Festival. Sayangnya di Indonesia belum tahu apa apa sudah protes duluan yah, padahal anggapan2 itu blom tentu benar *sigh*

Sang Cerpenis bercerita said...

emangnya film ttg gay ya?

Neng Rara said...

assalamualaikum...
film nya menarik
andai saya bisa bareng bang exort ya menjelajahi festifal film tsb ?mungkin saya punya pengalaman lebih ttg film yang beranekaragam,
salam

Arman said...

kirain Q festival ini dicancel gara2 diprotes. ternyata tetep jalan ya...

emang aneh2 aja yang mrotes tuh. gak ada kerjaan lain apa... masa festival film kok diprotes. :P

merry go round said...

'Apa lo seopenminded itu Ros buat dateng ke Q Film fest?'.

Yes I am. (tapi sampe sekarang blm sempet terus buat ke Q! fest)

Fest film ini bukan untuk membuat orang lain atau masyarakat setuju atau mendukung LGBT, tetapi untuk membuka mata masyarakat tentang LGBT. Untuk melihat LGBT dari sudut pandang orang yang bersangkutan.

dengan menontonnya, bukan berarti kita mendukung atau menerima LBGT. apa sih yang salah dengan mengetahui hal-hal yang baru? pas baca tulisan2 Feli ttg Gay Parade yang ternyata tujuannya positif banget, gue berharap ada fest film LGBT disini.

mungkin masyarakat harus membuka matanya lebih lebar tentang apa maksud dan tujuan dari film ini.

*tulisan Feli yang keren bgt bisa dibaca disini
http://sifelicity.wordpress.com/2008/06/30/gay-pride-parade-1/
dan tulisan ini bersambung sampe 4 chapter*

Seiri Hanako said...

oh gitu ya
gw juga sebelumnya nggak peduli2 amat
ternyata ada juga Festival Film kayak gini...

#gubrak..

exort said...

@cipu: gw nonton th filmnya, bagus, bisa ngebuat orang ketawa padahal ini bukan komedi

@fanny : salah 1nya

@rara: boleh jga tuh

@arman: masih kok, tau tuh, gw juga heran ama yg mrotes

@rossa: kapan mau nonton?

@seiri: hehehehe

Aulawi Ahmad said...

memang masalah H & L itu masih sulit diterima disini bro, btw sori baru bisa maen kesni, bbrp hari lalu tmpt usahaku dimasuki maling siang bolong, 2 hp n 1 hp modemku hilang :(

Meutia Halida Khairani said...

hhmmm, gw baca di detik n nonton di tv kalo tu festival kontroversi sekalee.. sebenarnya makin kontroversi makin penasaran gw nontonnya. belom nonton nih gw..

exort said...

@aulawi: padahal byk loh disini, turut berduka ata musibahnya ya

@meutia: besok terakhir tuh di Jakarta

tukangpoto said...

Saya cuma bisa bilang 'hidup keberbedaan!'

kesehaRian Ra-Kun said...

enjoy :)

pelangi anak said...

Saya juga suka film.
Menurut saya, bagaimanapun bentuk filmnya pasti ada sisi positifnya. Apalagi film tersebut masuk Festifal, berarti membuktikan bukan film sembarangan. Pastinya memuat unsur edukatif yang bisa mencerdaskan para pemirsanya, khususnya terhadap hal-hal yang kontroversial, seperti ttg gay, HIV, dan lainnya. Mungkin hal itu dimaksudakan supaya para pemirsa terbuka terhadap hal-hal yang selama ini ditentangoleh pihak tertentu.

Call me Batz said...

setujuu.. hal ini memang masih menjadi kontroversi ..tapi ya buat para pecinta film..enjoy aja filmnya...