26 September, 2010

Simpanse

Semalam, sekitar jam setengah dua-an gw kebangun. Kebetulan TV dikamar gw masih nyala. Rupanya RCTI sedang menanyangkan film. Jadi mau ga mau gw pun menontonnya. Tapi gw ga tau judulnya apa.

Yang jelas ini film tokoh utamanya ada simpanse yang bisa bermain hockey es. Simpansenya dipakaikan baju dan celana layaknya manusia. Bahkan dipakaikan sepatu kets untuk berjalan dan sepatu iceskating untuk meluncur di es. Simpanse ini dapat menirukan gaya manusia. Dan bila berjalan, simpanse ini berjalan benar-benar hanya menggunakan kedua kakinya saja. mmm……pasti banyak yang akan bilang simpase ini lucu dan ga sedikit juga yang kagum ama simpase ini. Dan karena simpanse inilah orang menjadi suka dengan film ini.

Untuk orang-orang yang menganggap simpanse itu lucu dan terkagum-kagum dengan kepintarannya menirukan gaya manusia, tidak pernahkan kepikiran kalau simpanse itu menderita? Tersiksa?

Biarpun banyak yang bilang DNA manusia dengan simpanse sangat mirip, simpanse tetaplah seekor hewan. Senyaman apapun pakaian yang kenakan pasti simpanse itu lebih senang untuk mengenakan pakaian alaminya alias bulu-bulunya saja.  Simpanse tidak berjalan dengan hanya dua kaki saja tapi masih dibantu dengan kedua tangannya. Pastilah sangat menyiksa simpanse itu karena harus sering berjalan tegak. Dibeberapa adegan terlihat simpase itu sudah mau membungkuk tapi dia harus tetap tegak.  Bisa terbayang bagaimana perjuangan simpanse itu untuk tetap terus berdiri.

Pernah ada yang terbayang bagaimana caranya simpanse itu dilatih? Walau dibilang simpanse tidak mengalami siksaan selama pelatihan, apa yang melatih itu benar-benar bisa memahami atau mengerti bahasa simpase atau hanya menganalisa dan ngira-ngira saja? gw berani jamin pasti dalam pelatihannya ada hukuman-hukuman yang diberikan ke simpanse itu. Seringan apapun bentuk hukuman itu tetap saja hukuman. Dan setiap hukuman pastinya menyiksa simpanse itu.


Biarkan hewan tetap menjadi hewan, biarkan mereka seperti apa adanya

13 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

dg kata lain, telah menyiksa simpanse itu ya. demikian juga dg anjing dan monyet yg sering dipakaikan baju

cipu said...

Bener tuh. Heran deh lihat hewan2 itu diajarkan berbudaya padahal bukan itu yang mereka inginkan. Seharusnya kan mereka berada di habitat dimana mereka berasal. Mengajarkan mereka kecerdasan bukan dengan jalan memaksa mereka hidup ala manusia. Setuju sama lu, Exort

Arman said...

banyak emang binatang yang dieksploitasi demi keuntungan manusia.. ya salah satunya lewat film2 itu...

Sang Cerpenis bercerita said...

met siang aja

pelangi anak said...

Betul tuh, bisa dibilang penyiksaan secara tidak langsung, perlahan tapi pasti, loh.... Suatu bentuk pemaksaan terhadap hewan untuk menirukan gaya manusia. Kalau saja mereka ditanya, tentu saja mereka tidak ingin melakukannya (berdiri tegak seperti kita). Coba saja kalau kita yang ada di posisi mereka, pasti kita tak akan mau diperlakukan serupa.

exort said...

@fannny : tul bgt

@cipu : tx bro

@arman : sebenernya kalau hewannya dibiaran seperti hewan apa adanya tanpa ada pelatihan gw sih ok2 ajaa

@fanny : siang jg

@yulinda : setuju

Sang Cerpenis bercerita said...

met malam..tgl 30 ada award ya untukmu.

Meutia Halida Khairani said...

jadi teringat gmn kejam nya orang2 melatih binatang sirkus ya..
kayaknya gw jg pernah nonton deh tu film dan dulu sewaktu nonton ga terlalu peduli kalo pasti tu simpanse tersiksa bgt.. T_T

Si Ker Put said...

setuju cot.. gue juga suka kesian liat lo musti pake baju n masuk kantor ... huahuahuahuahua

merry go round said...

kalo film air bud gitu, yg pake anjing gimana? gue suka bgt soalnya :(

eh, lo mau ke PB2010 juga ya? bareeeng yaaaa ;))

exort said...

@fanny : ok bsk gw ambil

@meutia : org jg bakal jarang banget yg mikirin simpansenya

@uq : berarti elo ga kerja n ga pake baju ya?

@rossa : sama lah, kl sempet gw mau kesana, yuk bareng

Sang Cerpenis bercerita said...

updateee

dv said...

sebelum baca ini mungkin banyak orang yang ga peduli..tp bener juga yah,apalagi hewan2 sirkus o_O