29 November, 2010

JGTC 2010

Minggu kemarin di Depok digelar Jazz Goes To Campus (JGTC) Unleash The Jazz Within. Perhelatan jazz ini telah 33 kali digelar oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Bangsa Indonesia harus bangga dengan festival ini, karena festival ini merupakan festival jazz tertua kedua didunia setelah North Sea Jazz Festival.

JGTC 2010

Seperti tahun-tahun sebelumnya, JGTC tahun ini digelar di akhir medio Navember. Karena November itu adalah musin hujan dan JGTC diadakan di open air, jadi setiap kali nonton JGTC harus siap hujan-hujanan dan becek-becekan. Tapi keadaan seperti itu tidak akan mengurangi kenikmatan atau bahkan malah menambah kenikmatan menonton JGTC. Apalgi artis-artis yang tampil selalu dapat membuat puas para penikmat jazz.

Dari sekian banyak artis-artis yang tampil, ada beberapa yang menyuri perhatian. Saat group Akordion tampil, sempat membuat takjum penonton saat penyanyi berpakaian kebaya muncul. Penyanyi tersebut kemudian menyanyikan lagu jazz berbahasa Jawa. Perpaduan dua budaya ini sangatlah menyatu tampa terasa bahwa bahasa Jawa yng dipergunakan hanya untuk aksesoris saja.

Java in Jazz

Kemudian ada pula artis-artis jazz wanita legendaris Indonesia. Mereka adalah Mergie Singer, Ermy Kulit dan Rien Djamain. Rein Djamain ini merupaka penyanyai jazz yang manggung saat JGTC pertama kali digelar. Walau dalam usia sudah tak bisa dibilang muda tapi penampilannya patut diancungkan jempol.

Margie Segers, Rien Djamain, Ermy Kulit

Selain itu, di JGTC ini terjadi ajang reuni suatu band jazz terkenal yang sudah bubar. The Groove Reunion tampil dengan format komplit bersama Rieka Ruslan dan Yuke yang memang telah hengkang terlebih dahulu dari band ini. Walau sudah lama tidak manggung bersama, The Groove tetap dapat menghangat JGTC. Tak ayal hampir semua lagu yang bawakan dinyanyikan oleh para penontonnya. Walau berdesak-desakan semuanya terlihat puas dan senang.

The Groove

Sedia payung sebelum nonton JGTC

13 comments:

cipu said...

Mmmmm ada Barry Likumahua gak yang tampil. I am always amazed by him.

Kadang kalo jazz nya udah berat banget, gua malah ga bisa nikmatinnya. Kalo yang funky jazz atau pop jazz masih asyiklah di kuping gua. Maklum lah, kuping nya gede di kampung hahahaha

Elsa said...

Ermy kulit kesukaan Ibuku tuh..

Hah? beneran? festifal jazz tertua di dunia?
keren banget yaaa.....

Sang Cerpenis bercerita said...

Ermy kulit? wah, artis jadul tuh. suaranya lumayan enak.

Aulawi Ahmad said...

i love jazz, sayang sekali lagi di plembang gak ada ya JGTC :)

four dreams said...

wah kampus gue kapan yaa kira-kira

Arman said...

waaa gua suka banget tuh ama the groove... mantep emang lagu2 mereka.. :)

btw gua penasaran ama lagu jazz berbahasa jawa. itu lagunya lagu jazz yang dibahasa-jawakan atau lagu jawa yang dibikin jadi jazz?

exort said...

@cipu: tampil cip, tp beda panggung n gw ga sempet kesana

@elsa: tertua ke Indonesia, tertua kedua di dunia

@fanny: jadul tp masik apik

@aulawi: semoga nanti apa ya

@shudai: ajak temen2 elo bikin dong

@arman: the groove keren abizz, lagu jazz yang berbahasa jawa, bukan saduran atau terjemahan

Anonymous said...

uhgg..gara2 ujan jadi ga nonton tante Rien Djamain...she's so cool with "Api Asmara" from the 76-77...hiks hiks...what's next ? Sunday Jazz fest at Ancol ?

Meutia Halida Khairani said...

gw udah diajakin sih kesini. cm sewaktu liat awan hitam diatas kosan, langsung ga jadi pergi dehh.. beberapa saat kemudian, hujan gedeee

merry go round said...

Wahahahaa.. ngaco banget berarti hidup gue beberapa minggu ini. Baru tau JGTC pas momennya udah lewat.*sigh*.

Kemana aja ya gue beberapa minggu ini.*bingung*.

Ellious Grinsant said...

wew, umurnya udah 33 tahun aja. Sukses deh kalo begitu.
seumumur-umur baru sekali doang nonton festival jazz, dan itupun di kampus... kampus orang lagi, wuakakakakak...

Neng Rara said...

assalamualaikum...
wah ermy kulit..
aduuhh..sayang sy ga sempat lihat
salam

Sang Cerpenis bercerita said...

bener2 rajin ya sampai ke depok. ckk.ckk..