08 December, 2010

Sunday Jazz Festival

Hari Minggu kemarin digelar Sunday Jazz Festival di Segara, Ancol Jakarta. Hajatan ini baru pertama kali digelar disana. RAN, Sandy Sandoro, Beri Likumahua Project, The Groove, maliq d’Essential serta Matt Bianco dijadwalkan untuk menggung diacara ini. Konsep yang ditawarkan juga cukup menggiurkan. Menonton jazz alam terbuka (open air) disore hari saja sudah terbayang asiknya, di sini ditawarkan nonton jazz dipinggir pantai ditemain dengan hembusan angin pantai sepoi-sepoi dan matahari tenggelam. Walau sempat ragu dengan keadaan yg sering hujan, konsep dan artis yang akan manggung dapat membuat gw untuk datang ke hajatan ini.

Begitu masuk ke area hajatan ini, sebenarnya sudah terbayang ke’cozy’an yang akan didapatin. Pangung besar, lapangan besar dipinggir pantai dan ada beberapa kursi serta sofa untuk melepas penat. Untuk yang datang dengan pasangannya pasti akan berasa romantis bila duduk dipinggir pantai sambil menonton artis favorit manggung.

Namun apa yang menjadi keraguan gw untuk datang kehajatan ini terjadi juga, hujan. Acara yang seharusnya dimulai jam 3 sore, tertunda karena hujan lebat yang turun. Sebenarnya dari jam 5 hujan sudah reda tapi entah mengapa penyelengara belum juga memulai acaranya. Hal ini membuat para penonton yang sudah datang hujan-hujanan menjadi gusar.

Terlihat jelas ketidak-siapan penyelengara. Sound yang seharusnya sudah dipersiapkan dari pagi ternyata harus disetel ulang dengan alesan hujan. Keadaan ini membuat penonton membanding-bandingkan dengan Jazz Goes To Campuss. Walaupun hujan menguyur, JGTC pasti akan tetap jalan. Sunday Jazz Festival yang tiketnya jauuuh lebih mahal dari JGTC ternyata tidak bisa jalan hanya karena hujan. Di twitterpun ga sedikit orang yang mencemooh penyelenggara yang todak profesional

Kegusaran penonton ini ternyata tidak bisa diredam oleh MC pria Sunday Jaz Festival (entah siapa, ga terkenal) . Seharusnya MC itu menghibur dan menenangkan penonton tapi yang ada MCnya malah menghina-hina penonton. Setelah penonton yang marah baru dia diam. Selain MC cowo yang ga waras itu ternyata Melani Subono hadir sebagai MC wanitanya. Sayang sekali Melani yang tidak mau menyebutkan nama penyelenggara (yang notabene menjadi saingan Java Music Production miliknya itu) dan sponsor. Terlihat sekali Melani menyepelekan acara ini.

Acara baru berjalan normal setelah molor 3 jam lebih. Untungnya artis-artis yang manggung dapat meredam kekecewaan penonton. Tapi ternyata terlihat juga kalau artis-artis tersebut kecewa dengan jam yang molor dan sound yang ternyata juga tidak beres. RAN sempat meminta micnya dikeraskan, Sandy Sandoro terlihat nyanyi buru-buru, Berry mengeluhkan sound bass dan gitarnya yang tidak balance serta perkusi pendukung Matt Bianco tidak terdengar jelas.

Karena molornya yang jelas tidak sebentar membuat banyak penonton yang pulang terlebih dahulu karena sudah malam. Gw pun pulang jam 12 malam dan harus rela tidak menonton The Groove dan Maliq d’Essential. Di twiiterpun banyak orang yang mencemooh dengan bilang kalau ini sudah bukan Sunday Jaz Festival lagi, melainkan sudah menjadi Monday Jazz Festival.

Walaupun banyak yang mencemooh tapi penonton masih juga banyak yang tetap menonton. Inilah bukti kehebatan para artis yang manggung. Mereka dapat memuaskan dan mengobati kekecewaan penonton, termasuk gw tentunya. Jadi tak perlu dibahas lagi bagaimana artis ini manggung. Gw sendiri berharap tahun depan, Segara Ancol masih membuat acara berkonsep seperti ini, tentu saja dengan persiapan yang lebih matang (kalau perlu ganti penyelenggara dan menyewa pawang hujan). Bila tidak Sunday Jazz Festival akan dikenang sebagai festival Jazz yang paling berantakan.

Sunday Jazz Festival

Bersabar menanti sambil hujan-hujanan

RAN

Sandy Sandoro

Barry Likumahua Projecy feat. Benny Likumahua

Matt Bianco

Next time must be better

14 comments:

Meutia Halida Khairani said...

duh kasian ya kalo acara besar gini malah panitia nya ngga siap. udah tau lagi musim hujan, kenapa ngga dipersiapkan matang2.
wajarlah orang ngebandingin sama jazz to campus, kan acaranya deketan.
dan dua2 acara jazz ini, gw ga datangg >_<

Sang Cerpenis bercerita said...

wah kamu jalan2 terus nih. sampai ke Ancol juga.

Aulawi Ahmad said...

ya gitu deh resiko ngadain acara, mungkin mereka terlalu pede ama persiapannya, jadi inget waktu kul jadi panitia acra musik,penonton ama penyanyinya gak puas krn soundnya mati wkwkwkwk

merry go round said...

Beeuuhh... lo ngehajar terus semua fest Jazz ya. Kalo udah cinta, mau gimana lagi ;)

btw, itu sofa apa kabarnya pada keujanan. sayang nian...

Ok ok... berantakan banget acaranya, berasa banget ko dari cerita lo. Pertanyaan gue adalaaahhh... lo kesana sama sapa? Sama solmet nonton bareng lo itu ya ;))

Arman said...

ngebaca 2 paragraf pertama udah kebayang betapa asiknya acara ini.

tapi sayang ya jadi kacau karena panitianya kacau. btw emangnya mc nya ngomong apa, kok mc nya menghina penonton? aneh banget tuh mc nya... hehehe

FAHMI DINDA said...

berkunjung,n ijin follow,n jngn lpa follow balik.....

Sang Cerpenis bercerita said...

malam Exort..rada susah nih manggil nama elo.Xort apa Ex? biar singkat gitu.

exort said...

@meutia: kalo suka jazz, next time dateng ya

@fanny: iya nih, u can call me Exort aja, gampang kan

@aulawi: elo ga diomelin?

@rossa: soffanya dari rotan n pas ujan bantal2nya disimpen

@arman: mmm...banyak man n seperti ga layak buat ditulis disini

@fahmi: ok

cipu said...

WHAT? Ada BArry Likumahua.... HUaaaaaaaaahhhhhh kalo gua ke jakarta kita hunting Barry Likumahua yuk Xort..... They are AWESOME.....

Keep making me envy bro :p

alice in wonderland said...

Hmmm saya sih bukan penikmat musik jazz, tp nama2 yang disebutin agak familiar sih jadi bisa kebayang dikit mengapa kamu tetep keukeh nonton... Kalo saya udah kutinggal pulang deh apalagi apa mc yg aneh dan menghina penonton...
Malu2in juga ya kok EO-nya berantakan kerjanya...

ad said...

untung gw dapet undangan clossing jiffest...hi ros pa kabar?gw soulmatenya exort nih...kok gak ada pas closing jiffest?

Itik Bali said...

Jazzernya seru-seru, sayang kalo acaranya jadi berantakan karena panitia gak siap.
yang pasti kecewa sih bukan cuma penonton, musisinya pasti kecewa juga soalnya permainan terbaiknya keganggu..

salam kenal ya bang..

tukangpoto said...

Kalo semuanya bisa berjalan sesuai dengan rencana, tentunya akan lebih memuaskan banyak pihak ya.

r10 said...

terlihat sekali penyelenggara terlalu pede, padahal indonesia tahun ini mengalami tahun tanpa musim kemarau.... hujan teruss