04 December, 2009

Hadiah

Aku terbangun karena mendengar Mamaku menangis disebelahku. Sambil mengucek-ngucek mata, aku bertanya kepada mama, “Mama nangis? Kenapa Ma?”. Mama tetap saja menangis, tidak menjawab pertanyaanku. Aku turun dari tempat tidurku dan mencoba merangkul mama.

“Mama…Mama kenapa? Edo salah ya Ma?” Tanyaku kebingungan. Tiba-tiba terdengar dari belakangku Papa membentak Kang Udin, sopirku.

“Ini semua gara-gara kamu! Kalau saja kamu tetap mengawasihnya! Pergi kamu!”

Ada apa ini? Kenapa ini? Aku menghampiri Papa.

“Papa…Kang Uding kenapa Pa?”

Papa hanya diam saja. Menoleh dengan pandangan kosong dan kemudian duduk sambil menunduk. Muka Papa terlihat kencang.

“Pa…” kataku hati-hati.

Papa tetap saja diam. Kalau Papa marah denganku, Papa pasti diam dan tidak mau melihat ke arahku. Apakah Papa marah kepadaku juga?

“Pa….Papa marah sama Edo ya?” tanyaku hati-hati.

Papa hanya menunduk dan memegang kepalanya saja. Aku teringat kejadian tadi sore. Pasti karena itu Papa marah kepadaku.

“Pa…maafin Edo ya, Papa jangan marah ya. Edo seneng banget ama hadiah Papa.” Ujarku sambil memelas. Jurus ampuhku untuk menghilangkan kemarahan Papaku. Hari ini aku berulang tahun yang ke 4. Papa memberikan kado sepeda roda tiga. Pada awalnya aku kesal karena aku minta sepeda yang seperti punya Mas Dika. Berwarna hitam dan beroda dua bukan sepeda hijau beroda tiga. Aku kan ga suka warna hijau, mengingatkan kepada sayur yang rasanya tidak enak. Tapi setelah dibujuk mama, aku mau juga menerima pemberian Papa.

“Pa….Edo ngerti kok Pa kenapa Papa ngasih sepeda roda tiga. Ternyata mengendarai sepeda itu susah, roda tiga aja Edo susah nyetirnya apalagi sepeda roda dua. Tadi aja pas Edo nyobain main sepedanya di jalan di depan rumah Edo ket...…”

Belum habis aku berbicara tiba-tiba nenek masuk. Mukanya seperti habis menangis. Nenek langsung menghampirin Mama yang masih saja menangis disamping tempat tidur. Dan aku melihat diatas tempat tidur itu tubuhku terbaring kaku. Bersimbah darah dan tidak bernafas…..



Happy birthday…..

10 comments:

Arman said...

hadoh.. serem amat!!

Aulawi Ahmad said...

apik bro, ceritanya susah ditebak :)

Aulawi Ahmad said...

ceritanya sulit ditebak, ternyata akhirnya mengagetkan...btw happy birthday too 4 someone at ur post bro :)

ziq zaq said...

ternyata udah jadi mayat ya

serem juga

aguessty said...

met ulang tahun yaa......misterius man hihihihi sukses terus bikin cerita yang bagus2 yaa......

Batz said...

nice story xort.. u berbakat jadi penulis cerita misteri ya...

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, tragis. itu hantunya si Edo ternyata yg ngomong sama papanya

ocheholic said...

hiyaaaaaa,,aku baca pas jam 23.22,,
ngaget2in aja nih critanya,,bikin takuuuut,,
kliatan bgt si empunya suka film horor,,hahahahhaha

ghost writer said...

sayu...

Justmeilani said...

ya endingny,..emang benar kata mbak fanny cerpennya bagus gak bertele2 salam kenal ya,..